02 03 04
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 04 Februari 2011

DIBALIK RAHASIA BERSEDEKAH

Menjadi Kaya dengan Sedekah
DIBALIK RAHASIA BERSEDEKAH

Dari Sayyidah Aisyah Ra, Beliau menceritakan tentang pertemuan wanita dengan Nabi Muhammad SAW, yang tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata : “Wahai Nabi Allah sudikah kiranya engaku momohon kepada Allah SWT semoga Dia (Allah) menyembuhkan tanganku.” Nabi bersabda kepadanya : ”Apa yang menyebabkan tanganmu lumpuh?”, wanita itu menceritakan kepada Rasulullah SAW : ”Ya Rasulullah, pada suatu malam aku bermimpi seakan-akan hari kiamat akan tiba, neraka jahanam telah menyala-menyala dan surga telah terbentang dengan indah. Dan saya mengetahui bahwa ibu saya berada didalam neraka jahanam sedang ditangannya terdapat sepotong lemak dan ditangan satunya terdapat sepotong kain lap, dengan kain lap dan lemak itu ibuku menahan panasnya api neraka, maka pada waktu itu saya berkata kepadanya : “Mengapa ibu di dalam jurang api neraka?

Bukankah ibu seorang yang ta’at kepada Allah, dan ayah telah merelakan?” Ibu menjawab : “Hai anakku, aku didunia kikir dan disini tempat orang-orang yang kikir”, saya bertanya lagi kepadanya : “Apalah arti lemak dan kain lap yang ada ditangan ibu?”. Ibuku menjawab : “Keduanya ini pernah ibu dermakan sedekah dan saya tidak pernah bersedekah didunia ini kecuali keduanya.”

Saya bertanya : “Dimana ayah?”. “Ayahmu orang dermawan maka dia tinggal bersama orang yang dermawan.” maka sayapun datang kesurga dan ternyata ayah sedang berdiri di telaga bersama engkau ya Rasulullah, dan saya berkata kepada ayah : “Wahai ayahku sungguh ibu dan juga istrimu sekarang berada di neraka terbakar, sedangkan engkau memberi minum orang-orang dari telaga ini, oleh karena itu berilah ibu air minum dari telaga ini ayah.” Kata ayahku “Wahai anakku sesungguhnya Allah telah menghramkan orang-orang yang kikir untuk meminum air telaga dari Nabi Muhammad SAW.”. Maka dengan tanpa izin ayahku aku mengambil air telaga dan memberi ibuku segelas air untuk menghilangkan kehausannya, tiba-tiba suara yang menyeramkan berkata : “Semoga Allah melumpuhkan tanganmu karena engkau telah memberi minum kepada orang yang kikir dari telaga Nabi Muhammad SAW”. Maka saya terbangun dan ternyata tangan saya telah lumpuh seperti ini.

Selanjutnya Sayyidah Aisyah Ra. Berkata :”Setelah Nabi Muhammad SAW mendengar wanita tadi Nabi lalu meletakkan tongkatnya pada wanita itu seraya berdo’a kepada wanita itu : “Ya Allah demi zat-Mu yang mulia dengan pengaduan kebenaran mimpinya yang telah dia ceritakan kepadaku maka sembuhkanlah tangannya, maka tangannya sembuh seperti semula. Demikian cerita keutamaan sedekah.
Belajar dari Orang Kaya – The Richest
Semua orang hendak menjadi orang kaya di suatu hari nanti, di masa depannya. Kalau kita hanya menginginkan kekayaan untuk diri kita dan pemuasan nafsu kita semata mata, maka ini adalah suatu pengejaran cita cita yang paling rendah dan hampa sekali maknanya.  Hanya segelintir orang yang menginginkan kekayaan karena suatu visi dan misi yang besar. Tanpa ada suatu nilai esensi yang lebih berarti, kekayaan yang kita inginkan itu tidak bisa memberikan makna dan arti hidup yang sebenarnya, kalaupun tercapai.

Ingin bikin HIDUP lebih HIDUP?
Oleh sebab itu, janganlah menginginkan kekayaan itu hanya karena semata mata untuk diri pribadi kita sendiri. Tetapi capailah kekayaan itu karena anda memerlukan kekayaan untuk melaksanakan cita cita anda, untuk visi dan misi yang jauh lebih berarti hanya daripada sekedar angka angka nol yang terkumpul di tabungan anda, atau untuk membahagiakan keluarga â€" papa mama, suami, isteri, anak anak, saudara, sanak keluarga yang kekurangan. Ada yang lebih besar dari sekedar itu?

Sejarah mencatat bahwa saat ini dunia mempunyai lebih dari seribu nama nama orang kaya yang padahal di tahun 1985 daftar tersebut hanya di bawah 20 orang saja.  Kekayaan yang selama ini menumpuk di daerah Amerika Serikat sedang mengalami perubahan. Di tahun 2003, 8 dari 10 orang kaya terbesar versi majalah Forbes terdiri dari orang Amerika. Sekarang kita hanya melihat 2 orang Amerika saja di 10 besar, yakni Warren Buffett dan Bill Gates. Semakin lama semakin berkurang daftar orang Amerika di kalangan orang kaya terbesar dunia. Ini menunjukkan bahwa akan ada semakin banyak pemain dan muka baru yang masuk daftar orang kaya yang berasal dari Negara India dan Cina, raksasa ekonomi yang baru.  Mengingat keadaan resesi yang semakin memperberat ekonomi di Amerika dan kebutuhan yang bertambah untuk kepentingan perang bagi Amerika, kemungkinan besar orang kaya Amerika akan lebih banyak yang tergeser dan digantikan oleh orang orang Timur Tengah (Negara penghasil minyak), India dan Cina.
Bagaimana cara terbaik menciptakan dan mempertahankan kekayaan? Belajarlah dari orang orang yang telah berhasil dan ikuti saja jejak mereka.  Mari kita kaji orang orang kaya yang berada dalam daftar tersebut.1/3 orang kaya besar tsb mendapatkan kekayaan mereka melalui warisan, contohnya: The Waltons. 2/3 orang kaya terbesar memperoleh kekayaan melalui bisnis mereka. Separuh dari pebisnis sukses tersebut memulai dari uang keluarga, usaha keluarga, dan separuhnya lagi memulai dari nol.
Orang orang yang memulai dari bawah adalah Bill Gates, Warren Buffett, Sergey Brin dan Larry Page yang mendapatkan kekayaan dari hasil jerih payah mereka. Orang orang seperti inilah yang harus kita panuti dan mendengarkan nasihat dan petunjuk mereka untuk bisa menjadi berhasil pada zaman ini.
Banyak dari kita yang tidak mengetahui secara pribadi orang orang sukses tersebut. Tetapi kita dapat mempelajari mereka melalui buku buku dan tulisan mereka. Beberapa poin yang dapat disimpulkan dari buku buku mereka dapat dicuplik sebagai berikut:
1.     Sekolah Formal itu berpengaruh tetapi tidak mutlak (makanya ada judul buku, Kalau mau KAYA, ngapain sekolah). Kita disarankan untuk menempuh jalur formal sekolah untuk memulai sesuatu usaha. Tetapi dari semua orang kaya terbesar yang sukses, kita melihat mereka sukses bukan hanya karena semata mata telah menempuh pendidikan yang bagus dan tinggi. Memang kebanyakan dari orang kaya besar (sekitar 90%) memiliki gelar. Tetapi ini bukan syarat utama untuk mencapai kesuksesan. Dari beberapa orang kaya besar saat ini seperti Bill Gates, Steve Jobs, Fred DeLuca, David Geffen, Andrei Melnichenkotidak tamat perguruan tinggi. Dan David Murdock (Dole Foods), S. Truett Cathy (Chick-Fil-A), Richard Desmond (Inggris) bahkan tidak tamat SMA.
2.     Orang Kaya Besar (Pebisnis Sukses) tersebut bekerja jauh lebih keras dan lebih panjang waktunya daripada pekerja pekerja mereka. Kebanyakan pebisnis sukses tersebut mengatakan bahwa mereka bekerja 50 hingga 55 jam per minggu. Tetapi sebagian lagi, seperti Ted Rogers, seorang tycoon Komunikasi di Canada bekerja 12 jam dalam sehari.Dan Bill Gates ketika masih bekerja di Microsoft dan Jeff Skoll si penemu eBay, sama sekali tidak pernah beristirahat maupun cuti ketika bisnis mereka selagi berkembang.
3.     Pebisnis sukses selalu mencari dan secara terus menerus mengambil peluang bisnis Setiap kali mereka mendengar tentang perkembangan ekonomi maupun bisnis dari waktu ke waktu, mereka selalu berpikir "bagaimana saya bisa mendapatkan keuntungan dari hal ini?"
4.     Pebisnis sukses tidak pernah berlarut larut dalam kesalahan. Mereka menilai kegagalan dan kekalahan sebagai peluang belajar. "saya tidak pernah mengingat adanya kesalahan" mendiang James Sorenson, bilyuner farmasi mengatakannya kepada Forbes, "hanya peluang untuk memecahkan persoalan".
5.     Pebisnis sukses berpikir tidak secara keseluruhan, secara positif maupun negatif melainkan secara strategis. Daripada memikirkan "ini tidak mungkin" atau "saya bisa melakukannya semuanya". Mereka berpikir "mungkinkah ini dijalankan?" dan "jikalau mungkin, bagaimana saya bisa melakukannya?"
Pengusaha sukses tidak percaya akan NASIB BAIK. Dalam suatu angket yang dilakukan Forbes pada 400 responden dari orang orang terkaya di dunia, TIDAK ADA SEORANGPUN yang mengatakan bahwa mereka menjadi kaya hanya semata mata karena nasib baik. Sebagian menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan nasib sebagai faktor yang minor. Kebanyakan, seperti Oprah Winfrey, mengatakan bahwa Nasib Baik adalah cara orang luar menafsirkan seseorang yang bekerja keras dan mengambil kesempatan. Winfrey menyatakan bahwa: "NASIB BAIK" adalah suatu persiapan menemukan suatu saat tibanya peluang. 
Sumber:
http://www.SumberDayaLinuwih.webatu.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagaimana komentar Anda?