02 03 04
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 28 April 2010

Ada kah Alien itu ?

Adakah Alien itu ?

Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Mencipta. Makhluknya tak terhingga banyaknya. Sebagian dari makhkuk itu ada yang kita kenal dan ketahui, tapi begitu banyak jenis makhluk Allah lainnya yang kita tidak kenal dan tidak kita ketahui. Apalagi bila bicara tentang alam ghaib, maka lingkup pembicaraan kita semakin luas lagi. Allah memang mewajibkan kita untuk percaya atas keberadaan makhluq ghaib.

Tentu saja bila dikaitkan dengan makhluk ghaib yang jenisnya pun beragam, adanya makhluq asing di `langit` (baca: di luar bumi) menjadi sesuatu yang bukan mustahil. Tapi bila alien yang dimaksud adalah makhluq biologis yang cerdas, berwarna hijau, punya senjata laser, naik piring terbang dan seterusnya, secara ekslpisit Al-Qur'an memang tidak menyebutkannya. Meski tidak berarti tidak ada isyarat ke arah itu sama sekali.

Ada beberapa riwayat yang bersifat implisit dan tidak langsung tentang adanya makhluq hidup (manusia atau lainnya) di luar bumi, selain dari ayat yang anda sampaikan dalam pertanyaan.

Pertama, ketika Rasulullah SAW mi‘raj ke langit, beliau pun bertemu dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Bahkan mereka melakukan shalat berjamaah dan beliau menjadi imamnya. Ada juga riwayat yang shahih bahwa Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS dan melakukan dialog tentang kewajiban shalat.

Yang kedua, hadits-hadits shahih memberitakan kepada kita bahwa Nabi Isa AS pada akhir zaman akan 'turun' kembali ke muka bumi. Beliau ini bukan dari jenis jin atau malaikat, tetapi beliau adalah manusia (human). Atas izin dan kehendak Allah, beliau tetap ada meski bukan di bumi.

Ketiga, para syuhada yang mati mati syahid banyak disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa mereka tidak mati, bahkan mereka hidup dan mendapat rezeki.


Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS Ali Imron: 169)

Keempat, Al-Qur'an pun mengisyaratkan kepada manusia dan jin untuk menembus langit dan bumi.

Hai jama‘ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS Ar-Rahman: 33).


Apakah dahulu sudah ada manusia atau jin yang telah berhasil melakukannya? Wallahu a‘lam bis-shawab. Tapi yang jelas ada indikasi tentang kehidupan di luar sana.

Sehingga bila kita telurusi hal-hal yang sifatnya implisit seperti itu, tidak tertutup kemungkinan adanya makhluk biologis, siapa pun dia, yang hidup out there. Tapi semua itu tidak bisa dijadikan patokan bahwa Islam memastikan adanya alien seperti yang sering kita lihat dalam cerita fiksi ilmiyah. Namun apakah makhluk di luar angkasa itu manusia juga atau bukan, ada isyarat-isyarat di dalam Al-Qur'an yang bisa dipahami sebagai petunjuk bahwa tempat manusia adalah bumi ini. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS Al-Baqarah: 30)

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (QS Al-Baqarah: 36), yang menarik dari masalah ini adalah bahwa Al-Qur'an memang bukan semata-mata buku tentang ilmu dan teknologi, melainkan sebuah kitab petunjuk yang memuat pesan-pesan dari Allah SWT. Semua informasi tentang alam semesta yang terdapat di dalamnya tidak terlalu spesifik, namun di sisi lain menjadi selalu up to date sepanjang zaman. Berbeda dengan beberapa kitab milik agama lain yang seringkali mengalami distorsi, lantaran terlalu sering mencantumkan pendapat manusia yang sangat terikat dengan ruang dan waktu. Bahkan sampai pernah menuliskan bahwa bumi itu rata seperti meja. Dan lucunya, doktrin itu dipaksakan dengan menggunakan kekerasan yang disokong negara. Namun tidak lama setelah itu, dunia ilmu pengetahuan membuktian bahwa bumi itu bulat. Padahal sudah berapa banyak korban nyawa melayang karena menentang pendapat gereja.. Maka dalam hal ini, Al-Qur'an jauh lebih selamat karena hanya menuliskan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan secara sekilas, yang akan selalu bisa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan termodern.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Disarikan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagaimana komentar Anda?