02 03 04

Kamis, 03 Maret 2011

Kesulitan di Dunia Ini Membuat Kita Lebih Memahami Keindahan Surga

INDAHNYA ISLAM KITA
Kesulitan di Dunia Ini Membuat Kita
Lebih Memahami Keindahan Surga

Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini. Kita sakit, kita mengalami patah tangan atau kaki, kita merasa sangat dingin atau panas, perut kita lapar, atau kulit kita memar, dll. Lihatlah foto orang tua kalian yang masih muda, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Kalian akan melihat perbedaan.  Allah khusus menciptakan kelemahan seperti itu bagi manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak kalian sukai di dunia ini... Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.  Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari yang kita makan dan minum di dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua. Kalian tidak akan menemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat, yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan mengingkari-Nya, akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah, sehingga pantas mendapat surga, akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.  

Dari Al Qur'an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman yang teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuni surga. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmatnya surga. Keindahan surga berada di luar khayalan kita.  Dalam Al Qur'an, Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kalian akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:
…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Beberapa ayat dalam Al Qur'an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka… (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-'Ankabut: 58) 48
(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta. (QS Ya Sin: 55-57)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi'ah: 28-34)

Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A‟raaf: 42)

Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia.

Sumber:
Harun Yahya, Let’s Learn Our Islam. (disusun ulang oleh M. Shobrie Hardie Wibawa, SE. menjadi  Indahnya Islam Kita)

Senin, 28 Februari 2011

DIALOG IMAM ABU HANIFAH

DIALOG IMAM ABU HANIFAH


Imam Abu Hanifah pernah bercerita : "Ada seorang ilmuwan besar dari kalangan bangsa Romawi, tapi ia orang kafir. Ulama-ulama Islam membiarkan saja, kecuali seorang, yaitu Hammad guru Abu Hanifah, oleh karena itu dia segan bila bertemu dengannya. Pada hari kedua, manusia berkumpul di masjid, orang kafir itu naik mimbar dan mau mengadakan tukar pikiran dengan siapa saja, dia hendak menyerang ulama-ulama Islam. Di antara shof-shof masjid bangun seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah, dan ketika sudah berada dekat depan mimbar, dia berkata :"Inilah saya, hendak tukar pikiran dengan tuan". Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena mudanya. Namun dia pun angkat bicara :"Katakan pendapat tuan!". Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya :"Masuk akalkah bila dikatakan bahwa ada pertama yang tidak apa-apanya sebelumnya?". "Benar, tahukah tuan tentang hitungan?", tanya Abu Hanifah. "Ya". "Apa itu sebelum angka satu?". "Ia adalah pertama, dan yang paling pertama. Tak ada angka lain sebelum angka satu", jawab sang kafir itu. "Demikian pula Allah Swt". "Di mana Dia sekarang? Sesuatu yang ada mesti ada tempatnya", tanya si kafir tersebut. "Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?". "Ya". "Adakah di dalam susu itu keju?". "Ya". "Di mana, di sebelah mana tempatnya keju itu sekarang?", tanya Abu Hanifah. "Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu!", jawab ilmuwan kafir itu. "Begitu pulalah Allah, tidak bertempat dan tidak ditempatkan", jelas Abu Hanifah. "Ke arah manakah Allah sekarang menghadap? Sebab segala sesuatu pasti punya arah?", tanya orang kafir itu. "Jika tuan menyalakan lampu, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?", tanya Abu Hanifah. "Sinarnya menghadap ke semua arah". "Begitu pulalah Allah Pencipta langit dan bumi". "Ya! Apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?". "Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah. Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. "Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?". Ilmuwan kafir mengangguk. "Pekerjaan-Nya sekarang, ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mu`min di lantai, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu". Para hadirin puas dan begitu pula orang kafir itu. 

Sumber: e Book Kisah-kisah Islam

Jumat, 25 Februari 2011

Istilah dalam Gempa Bumi

Istilah dalam Gempa Bumi

  1. Pengertian gempa bumiGempa bumi adalah getaran yang dirasakan oleh manusia/alat pada permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga indogen.
  2. Berdasarkan penyebabnya.
  • gempa tektonik, yaitu gempa yang disebabkan pergeseran lapisan batuan (dislokasi) berupa patahan/retakan.
  • gempa vulkanik, yaitu gempa yang disebabkan adanya letusan gunung api
  • gempa runtuhan, yaitu gempa yang disebabkan runtuhnya atap gua yan terdapat di dalam lithosfer. Contoh; runtuhnya terowongan tambang dan gua kapur.
 3. Berdasarkan bentuk episentrumnya.gempa linier yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis (linier).
     Pada umumnya gempa tektonik merupakan jenis gempa linier.gempa sentral yaitu episentrum gempanya
     berupa titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan termasuk episentrum titik.
4.  Berdasarkan letak hiposentrumnya.gempa dalam, jika letak hiposentrumnya antara 300 - 700 km.gempa
     intermidier, jika letak hiposentrumnya 100 - 300 km.gempa dangkal, jika letak hiposentrumnya kurang
     dari 100 km
5. Cara menentukan letak episentrum
  • Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista. Homoseista adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat di permkaan bumi yang mencatat getaran gempa pertama pada waktu yang sama. Jika kota A, B dan C mencatat getaran gempa pertama pada jam 10.31.56. berarti ketiga tempat itu terletak pada homoseista. Untuk mencari episentrumnya hubungkan PQ dengan sebuah garis, demikian juga QR, kemudian buatlah garis sumbu kedua garis itu, maka titik potong kedua garis sumbu itulah tempat episentrum yang dicari.
  • Dengan menggunakan hasil pencatatan 3 seismograf, orang dapat menentukan letak episentrum gempa. Seismograf yang digunakan yaitu seismograf vertikal, seismograf horisontal (dipasang barat timur), dan seismograf horisontal (dipasang utara selatan).
  • Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat episentrum.
Untuk mengetahui jarak episentrum suatu gempa dapat menggunakan rumus Laska:

A = (S – P) – 1 menit x 1000 km
A = jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa
S = waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang sekunder tercatat di stasiun
P = waktu yang menunjukkan berapa gelombang primer tercatat di stasiun
1 menit = (konstanta/ketetapan)
1.000 km = (konstanta/ketetapan)

Istilah-istilah dalam Gempa bumi:

  1. Seismologi : ilmu yang mempelajari gempa bumi
  2. Seismograf : alat pencatat gempa
  3. Seismogram : hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah
  4. Hiposentrum : pusat gempa di dalam bumi
  5. Episentrum : tempat di permukaan bumi/permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di permukaan bumi
  6. Homoseista : garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama
  7. Pleistoseista : garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa
  8. Isoseista : garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama
  9. Mikroseista : gempa yang terjadi sangat halus/lemah dan dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa
  10. Makroseista : gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya, sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa

Rabu, 23 Februari 2011

Argumen Tauhid di Alam Semesta

Argumen Tauhid di Alam Semesta

Langit biru dengan bintang-gemintang yang bercahaya senantiasa menjadi bahan perhatian manusia dan pada setiap masa menafsirkan keajaiban-keajaibannya dengan metode yang berbeda, misalnya dengan astronomi Di Miqratis, astronomi Phytagoras, dan astronomi orang-orang Mesir, namun penguasaannya atas akal-akal manusia sangatlah pendek.

Satu-satunya teori yang sangat terkenal dan berumur panjang adalah astronomi Ptolemous. Teori ini dirancang oleh ilmuwan tersebut pada satu setengah abad sebelum Masehi, dan hampir 1500 tahun digunakan di kalangan keilmuan. Tak hanya mempengaruhi ilmuwan-ilmuwan Barat saja, akan tetapi juga menjadi pondasi pemikiran-pemikiran ilmiah para ilmuwan Islam hingga beberapa lamanya dan melalui keyakinan terhadap teori tersebut mereka menakwilkan banyak ayat dan hadis.

Ringkasan teori Ptolemous adalah bumi sebagai pusat rotasi seluruh planet-planet alam dan tiga planet lain secara berurutan, seperti planet air, planet udara, dan planet api, dan setelah ini terdapat sembilan orbit plenet dimana orbit pertama adalah bulan, kedua Mercurius, ketiga Venus, keempat Matahari, kelima Mars, keenam Jupiter, ketujuh Saturnus, orbit kedelapan adalah pusat seluruh bintang, dan orbit kesembilan adalah orbit “Atlas” yang tidak memiliki bintang. Menurut mereka, Luasnya alam semesta hanya sebatas ini saja.

Dasar teori ini ambruk melalui empat ilmuwan besar dan masing-masing dari mereka menciptakan sebuah dinamika besar dalam mengenal alam semesta:
  1. Copernicus (Polandia). Dia membuktikan bahwa matahari sebagai pusat rotasi planet dan memperkenalkan bintang-bintang sebagai benda-benda yang bergantung di angkasa serta menganggap bumi sebagai salah satu planet yang mengelilingi matahari.
  2. Astronom dan matematikawan Jerman, Copler. Dia membuktikan bahwa setiap planet dalam mengelilingi matahari menempuh sebuah jalur berbentuk telur dan setiap planet yang lebih dekat dengan matahari gerakannya semakin cepat.
  3. Galileo (Italia). Dengan temuan teleskop kecil, dia mendukung pandangan-pandangan dua ilmuwan tersebut dan dengannya dia berhasil menyingkap bintang-bintang yang hingga hari itu belum dikenal, dan menafsirkan galaksi dengan bintang-bintang yang bertaburan.
  4. Newton (Inggris). Dengan membuktikan hukum gravitasi dan daya tolak, dia menyatakan bahwa putaran bintang-bintang di bawah sebuah hukum universal ini. Dan menafsirkan adanya jutaan bintang bergantungan di angkasa tanpa tiang dan pergeseran.
Usaha sekelompok ilmuwan membuktikan bahwa dalam sistem tata surya kita, matahari adalah central planet-planet dan mayoritas atau seluruhnya memiliki bulan atau beberapa bulan yang dalam kondisi bergerak mengikuti planet, dan bentuk planet-planet tata surya kita berdasarkan jarak dari matahari dan jumlah bulannya adalah sebagai berikut:
  1. Mercurius tidak berbulan;
  2. Venus tidak berbulan;
  3. Bumi memiliki 1 bulan;
  4. Mars memiliki 2 bulan;
  5. Jupiter memiliki 12 bulan;
  6. Saturnus memiliki 10 bulan;
  7. Uranus memiliki 5 bulan;
  8. Neptunus memiliki 2 bulan;
  9. Pluto memiliki kondisi yang belum jelas. (Planet kerdil/Dwarf planet, sudah bukan anggota tatasurya kita)
Seluruh planet di atas dapat dilihat dengan mata telanjang, akan tetapi dua planet terakhir sedemikian jauh sehingga dapat dilihat hanya dengan teleskop.

Bintang-bintang permanen untuk sampai ke bumi akan bergerak dengan kecepatan cahaya 300.000 kilometer perdetik selama 4 tahun, cahaya Neptunus kurang dari 4 jam, dan cahaya matahari selama 8 menit. Matahari dengan kumpulan planet-planet dan bulan-bulannya disebut dengan sistem tata surya. Sebelum tersingkapnya tiga planet terakhir (yakni Uranus, Neptunus, dan Pluto) dibayangkan bahwa batas tata surya adalah planet Saturnus yang berada pada 1428 juta kilometer dari matahari, akan tetapi setelah penemuan planet terakhir, Pluto, yang ditemukan sekitar 40 tahun yang lalu, radius kekuasaan tata surya bertambah 5920 juta kilometer dan pada masa mendatang mungkin akan berubah lagi seiring dengan kemajuan ilmu dan pengetahuan.

Keluasan Alam Penciptaan
Batas alam penciptaan lebih luas dari apa yang bisa diukur dengan meter, kilometer atau farsakh (satu farsakh setara dengan 6, 24 kilometer), dan jumlah benda-benda langit lebih banyak dari apa yang dapat dijelaskan dengan bilangan. Dari sinilah untuk menjelaskan jarak bintang-bintang, manusia menggunakan skala lain dan hal itu adalah kecepatan perjalanan cahaya yang dalam perdetiknya menempuh jarak 300.000 kilometer atau sama dengan 50.000 farsakh.

Kita akan semakin keheranan ketika menyadari bahwa matahari kita adalah sebuah "planet " dalam salah satu wilayah besar bintang-bintang yang bernama galaksi dan di dalam galaksi ini terdapat sekitar 100.000 juta bintang.

Dalam satu malam yang terang tanpa bulan, pertengahan musim panas atau pertengahan musim dingin, galaksi dapat terlihat dengan mudah. Disamping itu galaksi kita dengan tata surya dan ratusan juta bintangnya adalah sebuah galaksi di antara jutaan galaksi yang ada di alam semesta dan tak seorangpun mengetahui berapa juta galaksi yang ada di alam semesta dan setiap saat tercipta sebuah teleskop baru yang canggih akan terungkap lebih banyak lagi galaksi. Sebagiannya sedemikian jauh hingga cahayanya baru sampai ke bumi selama jutaan tahun.

Galaksi kita ditempuh oleh cahaya selama sekitar 200 hingga 300 juta tahun.
Apollo 11 dan seterusnya dengan kecepatan sekitar 6.000 kilometer perjam mampu menginjakkan kaki ke bulan selama kurang lebih 3 hari, akan tetapi berdasarkan sudut pandang skala-skala astronomi, bulan adalah sebuah satelit yang hampir menempel dengan planet bumi dimana cahaya bulan sampai ke bumi selama kurang dari satu setengah detik dan dengan memperhatikan bahwa skala ukuran bintang-bintang dengan yang lainnya adalah tahunan cahaya, maka sangat jelas kedekatan bulan dengan bumi. Apabila apollo dengan kecepatan ini ingin menempuh perjalanan ke arah salah satu planet tata surya seperti Jupiter, maka perjalanan ini akan memakan waktu 30 tahun, dan para antariksawan harus kembali dengan rambut memutih.

Bila kita melihat planet Pluto, tetangga paling jauh dan anggota keluarga tata surya kita yang terakhir, maka kita akan sampai dengan waktu 280 tahun. Dan jika kita ingin menengok bintang paling dekat di luar tata surya kita dengan apollo-apollo ini dan dengan kecepatan-kecepatan ini, kita memerlukan waktu 2 juta tahun untuk pulang pergi dan dengan masa ini, umur manusia tidak akan pernah mencukupi. Bintang permanen paling dekat dengan kita adalah bintang yang terkenal dengan nama Proksima yang cahayanya sampai ke kita selama 4 tahun 4 bulan dan dengan kecepatan cahaya dalam 300.000 kilometer perdetik.

Menurut salah seorang ilmuwan, apa yang sekarang ini kita namakan dengan “menundukkan” angkasa, dibandingkan dengan kebesaran alam di atas persis sama dengan seekor kupu-kupu kecil hinggap di atas daun pohon besar yang memiliki ribuan ranting dan jutaan daun, di tengah-tengah hutan belantara tiada batas yang panjangnya ratusan farsakh dan ingin terbang dari satu daun ke daun lain sebelahnya, daun pertama adalah bumi kita, daun kedua adalah bulan, dan seterusnya, dan ranting tersebut seperti tata surya dan pohon besar itu ibarat galaksi (yang tata surya kita adalah bagian darinya) serta hutan tersebut seperti alam semesta, dan ilmuwan-ilmuwan astronomi seperti penumpang-penumpang yang berjalan di dalam hutan, bintang-bintang juga memformat hutan, sebagaimana setiap hutan terbatas, jumlah bintang-bintang juga terbatas. Perkiraan terbaru yang dilontarkan menunjukkan bahwa bintang-bintang berjumlah sekitar 40 miliar.

Di hadapan benda-benda besar dan luas ini, Manusia melihat dirinya sangat kecil, terheran-heran, dan menundukkan kepala karena kehinaan yang berlebihan. Pena dan halaman-halaman kitab lebih tidak berdaya untuk dapat menjelaskan sebuah sudut dari sistem yang tampaknya tidak terbatas ini, akan tetapi pepatah “Bila air laut tidak dapat diambil, maka harus dicicipi untuk sekedar menghilangkan rasa dahaga”, sebuah sudut dari sistem-sistem keteraturan tata surya dapat dipantulkan dalam halaman-halaman ini, dan dari trotoar ini dapat diketahui kebesaran ilmu pengetahuan dan kekuasaan tiada batas Sang Pencipta.

Kamis, 17 Februari 2011

Menyikapi Keinginan, Kebutuhan, dan Tawakal

Menyikapi Keinginan,
Kebutuhan, dan Tawakal


Jangan butuhkan keinginanmu, tapi inginkanlah kebutuhanmu. Sebab Kebutuhan itu adalah keinginanmu yang hakiki. "Keinginan" yang terpenuhi seringkali justru menghadirkan banyak masalah baru, sedangkan "Kebutuhan" yang terpenuhi akan menyelesaikan banyak permasalahan.. Boleh jadi, jika 30% saja terpenuhi dari semua keinginanmu maka bersiap2lah mendapatkan masalah 3 kali lipat lebih berat dari biasanya... 

"Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu.. (Q.S. 2:216)".

Maka musnahkanlah keinginanmu yang tak kau butuhkan itu dan tawakkalkan saja kebutuhanmu pada Allah yang Mencukupi Kebutuhan hamba-hambaNya. Kalau engkau yakin bahwa kebutuhanmu pasti dicukupiNya, lalu untuk apa lagi kau berkeinginan, kecuali engkau masih memiliki keinginan yang sesungguhnya tak kau butuhkan. So, hancurkanlah keingananmu itu sebelum keinginamu yang menghancurkanmu.

Keinginan yang tak dilandasi kebutuhan yang hakiki maka akan menghadirkan kegelisahan. Sedangkan kebutuhan yang tidak diinginkan pun berpotensi menghadirkan kegelisahan. Nah, belajarlah menginginkan apa yang sungguh Anda butuhkan, dan lakukanlah karena Tuhan untuk Semesta raya... insya Allah ketenangan dan kebahagiaan menjadi milik Anda.

Kalau engkau yakin bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan rizki bagianmu, maka tugasmu adalah tawakkal yang dilengkapi oleh ikhtiar yang baik dan menenangkan, bukan malah membangun banyak keinginan dan angan-angan yang menggelisahkan.

Jangan ikhtiar dulu baru bertawakkal, tapi bertawakkallah lalu iringilah dengan ikhtiar yang tidak merusak kualitas tawakkal Anda...Ya, jangan membiasakan diri bertawakal setelah Anda mentok dengan ikhtiar Anda, jika demikian maka bisa jadi Anda akan terus dibuat mentok olehNya agar Anda tetap bertawakkal kepadaNya.